Panduan Memotret Sederhana Karya Keterampilan

Memotret karya keterampilan ada metodenya juga? Ada, dong. Foto yang kita buat tidak perlu seartistik dan seindah foto-foto di majalah fotografi atau National Geographic, tapi setidaknya foto karya keterampilan yang kita potret terlihat jelas bentuk dan rinciannya. Terdengar sederhana, tapi untuk mewujudkannya tidak sesederhana yang kita bayangkan. Kita tidak dapat begitu saja memotret karya kapan saja dan di mana saja. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan agar foto hasil pemotretan terlihat terang, tajam, dan enak dipandang. Apa saja yang perlu kita persiapkan? Yuk disimak!

1. Objek utama. Objek utama adalah bintang dalam pemotretan. Bentuknya bisa berupa karya rajutan, sulaman, busana, kue, masakan, atau prakarya. Objek utama harus mendapat porsi terbesar dalam pemotretan.

2. Perlengkapan tambahan. Perlengkapan tambahan berguna sebagai pemanis yang mempercantik tampilan keseluruhan foto. Namanya tambahan, tentu saja benda-benda yang digunakan tidak boleh lebih menonjol daripada objek utama. Benda-benda pelengkap ini dapat berupa bahan-bahan karya keterampilan maupun benda yang ada hubungannya dengan objek utama. Sebagai contoh, bila objek utamanya adalah prakarya anak, pelengkapnya dapat berupa kertas warna, gunting, penggaris, atau hasil prakarya yang sama namun berbeda warna. Contoh lainnya, bila objek utamanya berupa karya rajutan, pelengkapnya dapat berupa benang yang digunakan, manik-manik, jarum rajut, atau karya rajutan yang sama dengan warna berbeda.

3. Cahaya. Cahaya untuk pemotretan dapat menggunakan cahaya lampu maupun cahaya matahari. Apabila menggunakan cahaya lampu, diperlukan setidaknya dua buah lampu sorot bertegangan besar untuk mendapatkan foto yang terang. Jadi, untuk menghemat energi dan biaya, pilihlah cahaya matahari.

4. Reflektor. Reflektor atau pemantul sinar berguna untuk memantulkan sinar dari cahaya utama ke objek. Pemantul sinar mencegah tersebarnya cahaya ke segala arah dan mengumpulkan cahaya agar hanya menyinari objek. Dengan adanya reflektor, sinar dari sumber cahaya dapat digunakan secara maksimal. Gunakan reflektor berwarna putih, karena benda berwarna putih memiliki sifat memantulkan seluruh sinar yang menimpa permukaannya. Contoh reflektor sederhana adalah styrofoam, kertas, dan kain.

5. Alat potret. Semua orang mengetahui bahwa kamera DSLR adalah kamera terbaik untuk memotret, namun bila tidak memilikinya, kamera standar atau kamera ponsel berpiksel baik pun sudah mencukupi untuk memotret sederhana karya keterampilan.

Nah, bila semua benda dan perlengkapannya telah tersedia, mulailah kita mempersiapkan lokasi pemotretan. Amati foto berikut ini.

metode memotret

Foto milik: Mba Erika Sari

Pemotretan yang dilangsungkan pada foto ini memanfaatkan cahaya matahari pada pagi hari, yaitu saat matahari bersinar melalui jendela kaca. Apabila tembakan sinar matahari sangat terang, perlembut sinarnya dengan menutupkan vitrage pada kaca jendela. Hindari memotret di bawah sinar matahari langsung, karena cahaya matahari langsung terlalu kuat sehingga dapat menyilaukan karya atau memudarkan warnanya.

Cara memotret:

1. Letakkan objek utama di tengah meja.

2. Hiasi objek utama dengan perlengkapan tambahan semenarik mungkin.

3. Tata reflektor di samping kanan dan kiri meja, sehingga mengurung objek utama dan pelengkapnya. Sisakan sedikit ruang untuk memotret.

4. Potret objek dari sudut pandang yang paling menarik. Gunakan insting saat memotret objek. Potretlah objek dari beberapa sudut berbeda untuk mendapatkan beberapa alternatif foto.

Sekilas gambaran, saya memotret sebuah objek dengan beberapa kondisi dan lokasi, perhatikan beberapa foto berikut ini.

Perbandingan

Foto 1 dipotret dalam kamar, tanpa sorotan sinar matahari.

Foto 2 dipotret di samping rumah, sinar matahari tidak menyoroti objek.

Foto 3 dipotret juga di samping rumah, sinar matahari menyorot ke arah objek namun tidak mengenai objek secara langsung.

Foto 4 dipotret dengan sorotan sinar matahari mengenai objek melalui jendela kaca (tanpa vitrage), arah sinar berasal dari atas.

Foto 5 dipotret dengan sorotan sinar matahari mengenai objek melalui jendela kaca (tanpa vitrage), arah sinar berasal dari depan.

Sebagai informasi tambahan, warna foto yang paling mendekati warna asli ada pada foto nomor 3. Semua foto dipotret dengan HP Nokia C2-01 pada pukul 11 siang tanpa reflektor. Sementara untuk perbedaan pemotretan dengan reflektor dan tanpa reflektor dapat dilihat pada foto berikut ini. Foto sebelah kiri menggunakan reflektor, sedangkan foto sebelah kanan tidak menggunakan reflektor.

Foto Milik: Erika Sari

Foto Milik: Erika Sari

Demikian sekelumit. Semoga bermanfaat.

====

Baca lebih dalam tentang craft photography:

1. Panduan Fotografi Kerajinan

http://photography.about.com/od/photographybyoccasion/tp/How-To-Photograph-Crafts-For-Online-Selling-And-Blogging.htm

2. Fotografi Kuliner

http://lifestyle.kompasiana.com/hobi/2012/12/03/di-balik-layar-food-photography-seorang-ibu-rumah-tangga-513892.html

http://www.foodportfolio.com/blog/food_photography/food_photgraphy.html

=====

Ditulis oleh Novi Kurnia dengan nara sumber Mba Erika Sari

Tentang Novi Kurnia

Saya menulis buku anak semenjak tahun 2006. Setelah 7 tahun menjadi penulis pada penerbit Intan Pariwara, saya kini bekerja sebagai penulis lepas buku anak dan buku keterampilan. Sesekali saya menulis untuk media massa dengan nama pena Kania Gho. Saya dapat dihubungi di: kaniagho@gmail.com
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Lain-Lain dan tag , , , . Tandai permalink.

26 Balasan ke Panduan Memotret Sederhana Karya Keterampilan

  1. Iwan Yuliyanto berkata:

    mbak Novi, bisa gak ditunjukin foto perbedaan, antara yg tidak pake teknik di atas dengan yg pake teknik itu, agar bisa dilihat kelebihannya. Seperti nampilin kondisi “Before” dan “After”

    Suka

  2. thetrueideas berkata:

    alat potonya…pake hape ajah, hehe…

    Suka

  3. jampang berkata:

    iya…. minta samplenya….🙂

    pengen moto cover buku buat promosi….😀

    Suka

  4. Sovia berkata:

    Terima kasih, Novi..
    Selama ini aku blm pernah pakai reflektor.
    Ntar kucoba, insyaa ALLOH.
    Btw, foto di atas kok agak buram, Nov? Kenapa?

    Suka

  5. Ummu Fatih berkata:

    mbak…ijin share di fb n note yah!!

    jawab : iyaaaa….😀

    Suka

  6. tipongtuktuk berkata:

    kalau memotret kegelapan janganlah pakai cahaya apa pun …
    nanti hasilnya pasti gelap … he he he …

    Suka

  7. Ummu Fatih berkata:

    Reblogged this on Rumah Craft and commented:
    Yuk memaksimalkan kamera kita….walopun hanya camera digital ataupun camera hanphone, tapi bisa kok dengannya kita mendapatkan kualitas photo yang lumayan OK…..

    Suka

  8. erikasari31 berkata:

    maksimalkan kamera….lanjutkan berkarya..horeee hehhe…

    Suka

  9. keterbatasan bukan halangan untuk mendapatkan hasil yang terbaik ya mbak … idenya benar-benar brilyan ..

    Suka

Tulis Apresiasi Di Sini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s